Duh, Polisi Tembak Bocah Penjambret

K20-11 | Glori K. Wadrianto | Kamis, 9 Juni 2011 | 14:35 WIB
k20-11 Petugas Reskrim Polsek Pesantren tengah memeriksa sepeda motor yang digunakan tersangka dalam menjalankan penjambretan, Kamis (9/6/2011)

Petugas memeriksa motor yang digunakan bocah penjambret

KEDIRI, KOMPAS.com – BER (13), kecil-kecil cabe rawit. Seusianya yang masih belia, bocah asal lingkungan Premanan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Jawa Timur ini sudah malang melintang di dunia kejahatan.

Petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan setelah terlibat penjambretan. Kepala Sub Bagian Humas Polres Kediri Kota, Ajun Komisaris Surono, Kamis (9/6/2011) mengungkapkan, petugas unit reserse kriminal Polsek Pesantren menangkap tersangka di rumahnya sendiri pada Rabu petang.

Surono menambahkan, penangkapannya dilakukan setelah adanya laporan dari Thofing Ajeng Novita (24), seorang perawat yang menjadi korban penjambretan saat melintas di jalan raya Pesantren pada Selasa, sekitar pukul 21:30 Wib.

"Setelah tahu ciri-ciri pelaku, penggerebegan segera dilakukan. Namun tersangka BER sempat berupaya melarikan diri namun gagal setelah dilumpuhkan," ungkap Surono.

Dari pemeriksaan diketahui bahwa tersangka BER beberapa kali melakukan kejahatan. Pada tahun 2008 dan tahun 2010 terlibat kasus penjambretan, serta kasus Narkoba jenis dobel L pada tahun 2009.

Selain tersangka, petugas juga mengamankan sebuah sepeda motor bodong yang digunakan tersangka untuk menjalankan aksinya, serta sebuah tas warna pink yang berisi dompet serta sebuah telepon genggam milik korban.

Sementara tersangka, kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit Bhayangkara, Kota Kediri akibat luka tembak pada kaki sebelah kiri.  Menurut pengakuan tersangka, hasil kejahatannya selama ini hanya sekadar untuk menambah uang jajan saja. "Untuk senang-senang. Beli rokok dan minuman," aku tersangka saat berada di rumah sakit.

Kini, petugas masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang menaungi tersangka. Atas kasusnya ini, petugas akan menjerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian disertai kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara.

"Karena tersangka masih anak-anak, prosedur pemeriksaan juga berbeda dengan orang dewasa," kata Surono.

 

Leave a Reply

Required fields are marked*