Puluhan Layang-layang ‘Stop Pekerja Anak’ Diterbangkan di Monas

Febrina Ayu Scottiati – detikNews

Minggu, 12/06/2011 10:08 WIB

STOP PEKERJA ANAK

STOP PEKERJA ANAK

Jakarta – Puluhan layang-layang bermotif penentangan terhadap eksploitasi anak diterbangkan di Monas pagi ini. Layang-layang ini adalah sebagai pengingat, agar anak-anak Indonesia tidak dieksploitasi sebagai pekerja.

Survey Pekerja Anak Nasional yang dilakukan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) menyatakan 1,7 juta anak usia 5-7 tahun adalah pekerja anak. Untuk mendorong agar terbebasnya anak dari pekerjaan yang berbahaya, Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) dan Yayasan Kesejahteraan Anak Indonesia (YKAI) mengadakan talkshow bertema pekerja anak dan kompetisi menggambar layang-layang.

"Hari ini kami merayakan peringatan hari dunia menentang pekerja anak dengan mengadakan talk show dan lomba menggambar layang-layang," kata Pelaksana acara YKAI, Yuyun Sri Heryani.

Hal itu disampaikan saat acara talkshow dan kompetisi menggambar layang-layang dalam rangka memperingati hari dunia menentang pekerja anak 2011, di Simpang Barat Daya Monas, Jakarta Pusat, Minggu (12/6/2011).

Sebanyak 34 siswa dari berbagai SLTP di Jabodetabek dan Indramayu menjadi peserta lomba menggambar layang-layang. Tak lupa berbagai lembaga nonformal turut mengikuti acara yang digelar ILO ini.

"Nantinya layang-layang yang digambar akan diterbangkan oleh anak-anak tadi. Tema gambar yang dipakai stop mempekerjakan anak dan bisa berupa slogan atau semacamnya," terangnya.

ILO memperingatkan masih tingginya jumlah anak yang bekerja pada pekerjaan yang berbahaya. Kurang lebih 115 juta dari 215 juta pekerja anak memerlukan pertolongan untuk menghentikan praktek-praktek tersebut.

"Kita harapkan tidak ada lagi pekerja anak dan anak-anak bisa segera kembali ke sekolah," imbuhnya.

Pelataran Monas sendiri cukup ramai dikunjungi. Beberapa pengunjung terlihat asyik menggowes sepeda secara berkelompok. Sedangkan ratusan orang terlihat sedang mengantri untuk naik ke Monas.

(feb/fjr)

"Kita harapkan tidak ada lagi pekerja anak dan anak-anak bisa segera kembali ke sekolah,"

 

Leave a Reply

Required fields are marked*