ABG WNI Terancam 15 Tahun Bui di Australia

Afghanistan immigrants (ANTARA/FB Anggoro)VIVAnews – Nelayan anak-anak asal Indonesia, Hadi Kurniawan ditangkap oleh aparat Australia setelah membawa imigran ke negeri kanguru itu. Kini, anak buah kapal itu menghadapi proses pengadilan dengan tuduhan penyelundupan manusia.

"Ancaman hukumannya bisa lima hingga sepuluh tahun. Bahkan, yang berat bisa dipenjara selama 15 tahun," kata aktivis Human Right Working Group (HRWG), Ali Akbar Tanjung kepada VIVAnews.com, Jumat 5 Agustus 2011.

Hadi tak sendirian. Menurut data HRWG, ada sekitar 70 nelayan anak-anak yang ditahan Australia dengan tuduhan serupa. Sementara itu, tak kurang dari 500 nelayan dewasa Indonesia juga ditahan.

Hadi sendiri ditahan sejak tahun 2010 yang lalu. Dia tertangkap bersama ABK lainnya saat membawa imigran asal Timur Tengah ke Australia.

Menurut Ali, pemerintah Australia seharusnya membebaskan Hadi. Karena usianya masih di bawah umur. "Berdasarkan pengakuan keluarga, Hadi itu kelahiran 5 April 1995. Jadi sekitar 16 tahun," kata dia. "Kalau menurut ukuran itu, Hadi seharusnya bisa dibebaskan."

Namun, proses pembuktian usia Hadi menemui kendala. Pasalnya, pihak keluarga tidak memiliki dokumen-dokumen yang bisa membuktikan Hadi masih anak-anak. "Karena seluruh data dan dokumen keluarga sudah lama hilang dilanda banjir," kata Ali.

Pembuktian itu bertambah sulit karena keluarga juga tidak menyimpan data-data sekolah Hadi. Pasalnya, sejak usia tiga tahun Hadi telah terpisah dari keluarga intinya di Riau. "Sejak usia tiga tahun, Hadi tinggal di Jakarta bersama saudara yang lain," kata Ali.

Keluarga inti sudah lama kehilangan kontak dengan keluarga yang diikuti Hadi sejak kecil itu. "Semua jalan hidupnya, hanya Hadi sendiri yang tahu," kata Ali.

Kini, HRWG dan Indonesian Solidarity berusaha untuk membebaskan Hadi dari jeratan hukum Australia. Mereka bersama keluarga Hadi telah mengirim surat untuk Perdana Menteri Australia, Julia Gillard.

"Keluarga sudah mengirim surat kemarin untuk meminta pembebasan itu," kata Ali.

"Selain itu, surat juga dikirimkan kepada anggota parlemen dan penegak hukum Australia."

Perwakilan HRWG juga akan menemui anggota parlemen dari Partai Buruh Australia untuk pembebasan Hadi. "Tanggal 18 Agustus kami akan bertemu dengan anggota parlemen dari Partai Buruh Australia bernama Roy Ferguson," kata Ali.

Selain itu, HRWG dan keluarga terus berupaya untuk mencari data-data terkait identitas hadi untuk membuktikan usianya masih di bawah umur. "Kami sedang mencari foto copy identitas Hadi di kantor catatan sipil kalau ada," kata dia.

Penelusuran sekolah yang pernh menjadi tempat belajar Hadi di Jakarta juga dilakukan untuk mendapatkan data-data itu. "Tapi ini susah," kata Ali. (umi)

• VIVAnews

Leave a Reply

Required fields are marked*