Berawal dari Foto Menjadi Gerakan #JembatanAnakBangsa

Anak Menyeberang Jembatan

KOMPAS.com – Siapa tidak trenyuh melihat anak-anak sekolah dasar berseragam putih merah menyeberangi jembatan besi yang membentang di atas sungai tanpa pengaman. Foto yang menggambarkan betapa besar perjuangan anak-anak untuk menuntut ilmu menarik simpati banyak orang di jejaring sosial Twitter.

Berawal dari foto tersebut kini lahir sebuah gerakan sosial dengan tagar #JembatanAnakBangsa. Gerakan yang mulai bergaung, Selasa (26/10/2011) hari ini, didukung sejumlah tokoh dunia maya antara lain Rene Suhardono (@renecc) dan Fahira Idris (@fahiraidris).

"Manteman, let’s do something for these children. Kami sepakat mengadakan fund-rasing buat #JembatanAnakBangsa. Yuk! http://lockerz.com/s/150073119," tulis Rene di akun Twitter. Ia pun mengajak semua orang untuk mengumpulkan dana bersama untuk membuat jembatan yang layak untuk mereka.

Foto tersebut diambil fotografer Kompas.com Kristianto Purnomo di Desa Cicaringin, Kecamatan Gunung Kencana, Lebak, Banten, 18 Mei 2011. Foto yang diberi judul "Meniti Kawat Baja" menggambarkan rekaman para murid SDN Negeri Cicaringin 3 yang sedang meniti kawat baja menyeberangi Sungai Ciliman.

Foto tersebut selain telah dimuat di Kompas Images dan Kompas.com sebaga foto cerita, juga diterbitkan sebagai foto headline di sejumlah koran di lingkungan Kompas Gramedia. Bahkan Harian Kompas sudah memuat foto itu lengkap dengan featurenya pada halaman 27 edisi 11 Mei 2011. Bermula dari foto itulah sejumlah pewarta foto kemudian memotret ulang dengan angle berbeda-beda.

Salah satu foto itu kemudian berhasil menyabet anugerah Mochtar Lubis Award IV 2011 untuk kategori Foto Jurnalistik.

Selain itu, pada Juli lalu, foto yang sama juga menerima medali perunggu untuk kategori single, Common Prosperity of Human Beings (Improvement of Human Living and Wellbeing) di ajang Photo Yonhap International Press Photo Awards dan Sepuluh Besar untuk kategori Story.

Leave a Reply

Required fields are marked*