Anak-anak dalam Sejarah Bangsa

Yudhi Farendra (Kompas.com)
09 November 2011 | 08:10

Sengaja pagi ini tanggal 09 November 2011 ini, saya mempertontonkan VCD lagu lagu nasional kepada anak saya untuk menemaninya sarapan sebelum berangkat sekolah. Karena saya ingat besok tanggal 10 November 2011 adalah HARI PAHLAWAN NASIONALWalaupun sebetulnya dalam satu minggu paling tidak 3 (tiga) hari saya biasa juga mempertontonkan VCD lagu lagu nasional. .Aanak saya memang sekarang masih duduk dibangku TK A, tetapi saya mau mencoba mengenalkan dia sedari kecil dengan lagu lagu nasional.

Zaman memang sudah berubah. Sulit ditemukan di era sekarang anak anak kita “mengenal” pahlawan nasional kita. Mengenal pengertiannya disini bukan saja sekedar mengenal nama tapi juga mencontoh teladan semangat pejuang pejuang bangsa ini. Kebanyakan anak anak sekarang ini lebih mengenal tokoh tokoh pahlawan bangsa hanya sekedar text book dari pelajaran sejarah di sekolah. Apalagi yang terjadi di era globalisasi ini dimana anak anak kita di “gempur” habis habisan setiap harinya oleh tayangan kartun diseluruh saluran TV yang isinya cerita rekayasa yang berisi kekerasan. Hasilnya adalah seperti yang terjadi sekarang ini, anak anak lebih mudah menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan suatu masalah. Dan yang lebih menyedihkannya lagi, mereka tidak memiliki semangat juang tinggi dalam memperjuangkan sesuatu. Anak anak banyak yang memilih cara instant dalam memperoleh sesuatu, seperti contoh kalasik yang sekarang masih banyak terjadi; anak anak lebih senang mencontek ketika ujian sekolah dibandingkan hasil keringat belajar sendiri.

13208007491511162258132080078482333876313208008251548459312

Saya bermimpi, suatu saat ada karya anak bangsa yang punya slot tayangan TV berisi cerita cerita tokoh tokoh perjuangan indonesia yang dikembangkan dengan gaya anak muda jaman sekarang. Mungkin bisa dibuat dalam bentuk animasi 3D cerita cerita Bung Tomo, Panglima Imam Bonjol atau lainnya saat berjuang dulu tapi dalam frame yang lebih eye catching. Kalau dalam bentuk buku memang sudah banyak beredar di toko toko buku. Dan menurut saya anak anak Indonesia pasti mampu membuatnya. Tinggal mereka diberi kesempatan untuk mengembangkan kreativitasnya.

1320800898801128753

Anak anak di Indonesia juga sebetulnya sudah banyak yang mengharumkan bangsa ini dengan karya karyanya. Tentunya hal positif ini harus kita dukung terus. Sejarah memang tidak mungkin terulang lagi. Tapi dari sejarahlah kita belajar. Dari semangat tokoh tokoh pahlawan nasional kita tempo dulu, mari bersama sama kita ciptakan generasi generasi muda yang kelak karyanya akan dikenal sepanjang masa bukan saja di Indonesia tapi juga di dunia. Itulah pahlawan sejati.