Temu Anak Kotawaringin Timur (Minggu, 7 juni 2015)

Alhamdulillah kegiatan Temu Anak Kotawaringin Timur (Minggu, 7 juni 2015) berjalan dengan lancar. Kegiatan kami mulai pada pukul 7.00 di Menara Taman Kota Sampit.

Awalnya fokus utama kami dalam menjalankan kegiatan tersebut hanya sebatas diskusi dan konseling seputar Forum Anak serta Membahas isu-isu terkini mengenai pemenuhan hak-hak anak di kab. Kotim.

Ketika jalannya diskusi kami dihampiri oleh 2 orang anak penjual koran yang bernama Dayat (9) dan Dede (8). Diskusi yang kami jalani langsung terhenti, lalu perhatian kami mengarah pada kedua anak tersebut. Intan (bendahara FA) langsung mendekati mereka.
Mulanya anak tersebut sempat malu-malu ketika berusaha didekati, namun dengan berbagai candaan oleh kami, akhirnya mau terbuka dan menceritakan alasan mengapa mereka berjualan koran. Ternyata alasan utama mereka berjualan koran dari latar belakang keluarga yg tidak mampu, himpitan ekonomi, sehingga hal itulah yg memaksa mereka untuk berjualan demi biaya hidup.
Mendengar cerita dari anak tsb kami merasa tersentuh. Bukankah anak mempunyai hak untuk bermain, belajar, dan tidak untuk dipekerjakan?? Namun kenyataan yang selalu kita lihat di lapangan tidak sesuai dgn apa yang sudah tertuang dalam undang-undang.
Selanjutnya untuk membantu meringankan beban mereka, kami berbagi tugas menjual semua koran-koran nya di sekitar area taman kota sampit. Agar koran tersebut cepat laku, kami memberikan 1 buah pin FA ke setiap pembeli, dan alhasil dalam waktu 45 menit 37 lembar koran laku terjual. Semua hasil penjualan langsung kami serahkan ke mereka. Betapa bangganya anak tersebut ketika korannya tinggal sedikit, dan disitu kami juga bangga karena dapat membantu sesama..

Setelah itu, kami berjalan ke simpang 4 Jl. A. Yani – KNPI, dan kembali menemukan anak penjual koran. Di tempat tersebut kami berkenalan dengan Yanur (10), Rohman (20), Ayu (12), Siti (10). Mereka semua bersaudara, dan masih berstatus sebagai siswa SD terkecuali Rohman. Kali ini hal serupa kami lakukan dgn tujuan utama untuk meringankan beban mereka.

Misi utama kami dalam memperjuangkan hak-hak anak di Kab. Kotim belum berakhir, dan akan tetap berlanjut. InsyaAlloh, kedepannya kami akan bermitra terutama dgn Pemkab Kotim, P2TP2A, Perpusda, serta Dinas Sosial.

Temans, apapun itu namanya ntah anak penjual koran, penjual ikan, penjual kue, pengamen, pemulung, dll sampai anak jalanan. Mereka sudah jelas dilindungi dalam undang-undang, dan dipelihara oleh negara. Sudah seharusnya dibutuhkan peran kepedulian setiap orang untuk menjaga, melindungi dan menyayangi mereka. Karena Anak adalah Tunas Bangsa.

Regards,
Forum Anak Daerah Kab. Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

Leave a Reply

Required fields are marked*