Memperingati HAN, Forum Anak Situbondo Persiapkan MOS Ramah Anak

Akhir bulan Juli 2015 bisa jadi merupakan awal perjalanan bagi sebagian anak Indonesia, khususnya mereka yang baru saja memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pasalnya Masa Orientasi Siswa / Peserta Didik Baru (MOS/MOPDB) atau apapun namanya, akan berlangsung. Selain euforia dan antusiasme, ada juga anak yang merasa khawatir, atau bahkan ketakutan menyambut MOS. Hal ini tidak terelakkan karena masih saja ada oknum yang melakukan penyimpangan serta menunggangi semangat dari MOS itu sendiri. Minimnya tindakan tegas dan berkelanjutan oleh pihak terkait untuk memberantas penyimpangan saat MOS itu dapat berujung pada jatuhnya korban secara fisik maupun psikis.

Praktik senioritas, perpeloncoan, dan bullying yang seakan tumbuh subur haruslah dicegah. Mereka yang sebelumnya menjadi korban ‘penyimpangan’ MOS, kemungkinan besar menjadi  pelaku saat ia memiliki kesempatan di masa depan. Sampai kapan kejahatan ini dibiarkan berlangsung? Apakah selalu harus menunggu jatuhnya korban, baru ada tindakan?

Forum Anak Kabupaten Situbondo bertekad mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mengembalikan semangat dan fungsi MOS, tanpa adanya kekerasan, perpeloncoan, bullying, maupun perilaku lain yang merugikan anak. Tahun 2015 adalah tahun kedua bagi kami untuk melaksanakan pendampingan dan pemantauan MOS/MOPDB Ramah Anak. Bila tahun lalu kami merangkul 8 sekolah, tahun ini kami akan mengajak 16 sekolah menengah atas/sederajat di seputar Situbondo  untuk melakukan MOS Ramah Anak.

Maka dalam kesempatan 23 Juli 2015 yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional ini, kami berkumpul di Sekretariat untuk bersama-sama mempersiapkan MOS Ramah Anak, sekaligus membuat ucapan memperingati Hari Anak. Ada hal yang menyenangkan dan yang menyedihkan pada hari ini. Yang menyenangkan, teman-teman dari Forum Anak Kecamatan Besuki juga turut hadir dan menambah keceriaan suasana. Sedang yang menyedihkan, ada sekitar 5 orang pengurus Forum Anak yang tidak bisa ikut mengikuti kegiatan karena mereka sendiri menjadi peserta MOS….

Kami sadar jalan yang Forum Anak tempuh penuh batu kerikil dan penuh liku. Adanya orang dewasa yang belum sepaham dengan konsep partisipasi anak, kurangnya sosialisasi, ditambah dengan kentalnya praktik senioritas adalah bagian dari kerikil dan liku-liku Forum Anak. Malah ada lohh di daerah kami orang yang mengatakan kalau upaya MOS Ramah Anak itu lebayy (berlebihan). Jadi maksudnya, anak harus menerima saja kalau selama MOS ia dipelonco dan dibully sama kakak tingkatnya. Wah… tentu anggapan itu sudah basi dong ?

Jadi, Selamat Hari Anak Nasional. Video ucapan #HAN2015 dari kami dapat dilihat di https://youtu.be/OlZYDxsgef8 . Terima kasihhh

Leave a Reply

Required fields are marked*