FGD Penyusunan Draft Indikator Penilaian Risiko Iklim Fokus Anak Pada Level Nasional

Assalamualaikum Wr.Wb.

Salam Anak Indonesia …

 

FGD mengenai “Penyusunan Indikator Penilaian Risiko Iklim Fokus Anak Pada Level Nasional” yang dilaksanakan pada:

Hari, tanggal : rabu, 10 februari 2016

Tempat          : R. Nyai Ahmad Dahlan Lt. 3 Gd. KPP-PA

IMG_20160210_105245

FGD dihadiri oleh berbagai lembaga pemerintah maupun NGO seperti Kementrian lingkungan hidup dan kehutanan, BNPB, BMKG, BPS,UNICEF, PLAN Internasional Dan pastinya KPPPA dan Kita forum Anak. Ada enam materi yang disampaikan dalam FGD ini yang disampaikan oleh undangan-undangan terkait. Dimana diskusi dibuka oleh Bu Lenny Deputi Tumbuh Kembang Anak, dengan materi integrasi kerentanan perubahan iklim dan risiko pada anak. Bu Lenny memaparkan bahawa risiko iklim sangat berkaitan dengan pemenuhan hak anak dan perlindungan dimana dalam Konvensi Hak Anak ( KHA) dan World Fit For Children (WFC) juga terdapat prinsip yang sama untuk melindungi anak dari perubahan iklim.

Seperti yang terdapat dalam WFC pada prinsip ke-10 yang berbunyi “melindungi bumi untuk (kepentingan) anak (protect the earth for children). Dan karena banyaknya program yang dibentuk oleh beberapa kementrian dan lembaga mengenai risiko perubahan iklim seperti IRBI( indeks Risiko Bencana Indonesia), sekolah aman bencana, desa tanggap bencana, SIDIK, Proklim, SMAB dll, maka Bu Lenny menyarankan untuk menjadi satu kesatuan program mengenai hal tersebut dengan nama C4RA (Child-centered climate Change Risk Assessment) dimana CCCCRA (C4RA) sejalan dengan program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). FGD dilanjutkan dengan materi yang ke-2 oleh pak Arif Wibowo dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan materi ” pengembanagan sistem informasi data indeks kerentanan Nasional”.

Pak Arif menyampaikan bahwa konsep risiko perubahan iklim merupakan evolusi dari konsep kerentanan. Sudah ada pula rancangan Permen Penyusunan Adaptasi Perubahan Iklim yang mana dapat dijadikan pedoman bagi kementrian atau lembaga, lembaga non pemerintah, pemerintah provinsi/kabupaten/kota dalam menyusun upaya adaptasi perubahan iklim kedalam proses pembangunan wilayah dan /atau sektor spesifik. Indeks kerentanan pula menunjukan besar kecilnya selang toleransi terhadap perubahan iklim. Materi selanjutnya dari Pak Yon Sugiarto dari Institut Pertanian Bogor, dengan judul materi “Penguatan Sistem Informasi Nasional Tentang Perubahan Iklim Melalui Integrasi Kerentanan Perubahan Iklim dan Risiko pada Anak dan Remaja”.

Dengan adanya program inisiatif mengenai dampak risiko perubahan iklim Pak yon menyampaikan bahwa perlu adanya kesepakatan mengenai indikator risiko iklim fokus anak karena semua program yang terkait dengan hal dampak risiko perubahan iklim, mempunyai tujuan yang sama dan karena 33,9% penduduk Indonesia adalah anak oleh karena itu, anak-anak wajib dijamin kenyamanannya. Materi yang keempat disampaikan oleh Bu Lina Wati dari BNPB( Badan Nasional Penanggulangan Bencana) dengan materi yang berjudul ‘ Indikator Kerentanan Fokus Anak Pemanfaatan DIBI atau IRBI Fokua Anak”. Intinya Pemanfaat IRBI bisa menjadi indikator-indikator penilaian Risiko Iklim Fokus Anak karena IRBI memberikan informasi singkat tentang risiko tiap kab/kota sesuai bahaya yang dimiliki. Lalu materi dilanjutkan oleh Pak Indra dari Badan Pusat Statistik (BPS). Pak Indra menyampaikan beberapa survei yang berhubungan dengan Risiko Iklim Fokus Anak, karena dari BPS tidak secara langsung derngan kajian resiko bencana untuk hal tersebut.

Data yang terkait itu seperti data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia(SDKI), Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS), Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS), dll. Dan yang terakhir materi disampaikan oleh Bu Neli Florida Riama dari Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika(BMKG) dengan judul “Layanan Informasi Iklim”. Prioritas layanan informasi dari BMKG meliputi Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kesehatan, Air dan Pengurangan Risiko Bencana. 77,4 % bencana berkaitan dengan Hidrometeorologi seperti banjir,longsor dll. Danperubahan iklim saat ini dipengaruhi oleh dampak El nino. Dimana dampaknya seperti kekeringan, kebakaran hutan, penurunan produksi pangan, kesehatan, dan sektor perikanan.dan BMKG mempunyai produk mengenai perubahan iklim untuk anak dalam bentuk modul untuk anak SD, komik dll, agar anak dapat memahami dengan mudah mengenai perubahan iklim. Setelah semua materi disampaikan, lalu dilanjutkan dengan diskusi kesepakatan indicator yang dfipandu oleh Bu Lenny dan pak Arif.

Karena waktu sudah lewat dari makan siang, maka diskusi dilajutkan minggu depan dimana setiap Kementrian/Lembaga dan NGO terkait harus mendiskusikan Indikator-indikator yang akan disampaikan saat pertemuan selanjutnya. Intinya dalam diskusi Kali ini, kita membahas mengenai indikator2 risiko iklim Yang fokus pada anak, dimana perwakilan dari setiap undangan menyampaikan program yang memiliki indikator2 terkait. Dan diharapkan kita sebagai pelopor dan pelapor, dapat menjadi agen perubahan bagi anak-anak mengenai adaptasi dari risiko perubahan iklim. Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan kurang lebihnya mohon maaf.

Wassalamualikum Wr.Wb.

😀

Penulis : Kak Tasripul Iman

Leave a Reply

Required fields are marked*