PENGEMBANGAN PEDOMAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI BAGI PEREMPUAN DAN ANAK

LAPORAN KEGIATAN

PENGEMBANGAN PEDOMAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI BAGI PEREMPUAN DAN ANAK

Hotel Oria , 18 Maret 2015

 

Halo ..

Salam Anak Indonesia

Pada hari Jumat , Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI mengundang perwakilan Sekretariat Forum Anak Nasional untuk membicarakan Pengembangan Pedoman Pemanfaatan Teknologi Informasi Komunikasi bagi Perempuan dan Anak .

Hadir dalam acara ini beberapa perwakilan dari teman-teman Blogger , Netizen , Aliansi Jurnalis Independen (AJI) juga Keminfo serta udangan dari KPPPA

Acara di mulai oleh Kak Fanesa selaku MC , kemudian arahan dari Pak Bambang Sutriono selaku Asdep Partisipasi Masyarakat dan Media. Dalam arahannya beliau mengatakan bahwa informasi dan komunikasi tidak pernah lepas dari kehidupan kita dan akhir akhir ini banyak media yang menjadikan perempuan dan anak sebagai objek dari sebuah pemberitaan.

Tak jarang juga perempuan dan anak menjadi objek yang kurang berkenan , padahal anak dan perempuan mempunyai kode etik , begitupula dengan jurnalis serta beberapa media yang memiliki kode etik dalam peliputan.

Harapan beliau semoga dengan adanya modul ini bias melatih serta menjadi pedoman bagi setiap media agar lebih memperhatikan kode etik perempuan dan anak dalam memberikan informasi ke public secara baik dan benar.

Setelah arahan , dilanjutkan dengan materi Ibu Aida Imilasari ,yang memaparkan draft Panduan Pelatihan Media yang Sensitif Gender dan Ramah Anak.

Ada beberapa point yang bisa saya catat dari paparan beliau , yakni :

  • Media yang sensitif gender dan ramah anak merupakan suatu hal yang harus di perhatikan.
  • Modul ini di buat untuk menjadi panduan media agar lebih layak/ramah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas agar tercipta suasana yang ramah dan tidak mengancam keselamatan anak.
  • Modul ini berisi Kode Etik Anak , Media dan Perempuan , bagaimana KHA , UU tentang perempuan dan beberapa hal yang menyangkut Media, Anak dan Perempuan.
  • Media harus memperhatikan kode etik perempuan dan anak agar tidak terjadi eksploitasi atau sebuah hal yang tidak berkenan kepada perempuan dan anak.Sasaran modul ini adalah seluruh lapisan masyarakat bahkan dunia usaha dalam menampilkan iklan atau berita mengenai perempuan dan anak agar tercipta suasana yang baik agar anak dan perempuan tidak menjadi objek pelecehan atau tidak buruk di masyarakat.

Setelah paparan dari Ibu Aida , maka dilanjutkan kediskusi atau masukan dari para undangan , dimana pada kesempatan ini Arwan ( Aliansi Jurnalis Independen ) memberikan kritikan dan masukan berupa ,

  • AJI sudah tidak melakukan pola modul sejak 97 dan memulai pola modul oup camp
  • Unicef dan AJI pernah membuat Buku Jurnalisme Peduli Anak
  • Kode etik AJI memuat kode etik anak dan perempuan
  • AJI sudah beberapa kali menyurati atau memperingati beberapa media bahkan beberapa narasumber yang mengeksploitasi anak dalam muatannya.
  • AJI mempunyai komitmen yang besar agar media lebih ramah anak lagi

Setelah AJI , Bpk. Ahmad Nisar (Kepala Humas Keminfo) pun memberikan sedikit masukan ,bahwa mereka telah banyak menyusun modul tentang media juga memperingati media.

Tak lupa perwakilan teman netizen dan blogger memberikan penjelasan serupa , sehingga semua pihak memiliki komitmen kedepannya untuk memberikan informasi yang lebih ramah anak dan perempuan.

Media sosial Forum Anak Nasional , merupakan salah satu media yang bagus bagi anak tetapi perlu ada peningkatan informasi lagi kedepannya.

Semoga anak dan perempuan bisa menjadi objek media yang lebih baik , dan media bisa memberikan informasi yang lebih layak , serta kesadaran masyarakat lebih ditingkatkan terhadap mana yang baik dan mana yang buruk.

Sekian dan terima kasih

 

 

Penulis : Kak Treatment M K

Leave a Reply

Required fields are marked*