SEMANGAT TAK TERBATAS SANG ANAK PERBATASAN SALAM ANAK INDONESIA…..MERDEKA!!!

20160407_101416

Gb 1. Foto bersama Narasumber dari KPPPA bp. Ismangil, S. Sos (batik putih duduk), dan Fasilitator Anak KPPPA kak Aljabar (dua dari Kanan duduk) didampingi oleh perwakian Bupati Nunukan (tengah duduk), kepala BPPKB  ibu Mardiah (duduk 3 dari kiri), Kasubid PPPA ibu Mardiana (duduk kiri) dan seluruh peserta pelatihan FAD Kab. Nunukan.

 

“Pendidikan, kesehatan, transportasi semua serba terbatas. Tapi kami, semangat kami, perjuangan kami dan jiwa raga kami tak terbatas kami korbankan untuk ibu pertiwi. NKRI harga mati bukanlah sekedar ucapan tapi kami perjuangkan meskipun kami terpisah oleh luasnya samudra, tingginya bukit penghalang, panasnya terik sang surya, kami tetap bergerak untuk terpenuhinya hak anak. Itulah kami FAD kab. Nunukan Provinsi Kalimantan Utara sebagai generasi anak Indonesia di perbatasan.”

Antusiasme mereka sangat besar dalam menyongsong masa depan, akses jalan yang bisa dikatakan tidak layak sangat banyak, produk-produk dari malaysia telah menjamur di perbatasan, bahkan angka kekerasan, putus sekolah, ekspoitasi masih sangat tinggi karena kurangnya kesadaran tentang pentingnya pendidikan. Terbentuknya dan regenerasi FAD Kab. Nunukan Provinsi Kalimantan Utara akan sangat penring sebagai wadah partisipasi anak dan jembatan anak kepada pemerintah dalam hal partisipasi pembangunan. Hadirnya  Narasumber dan Fasilitator anak dari kementrian PPPA RI memberikan penyegaran yang luarbiasa bagi anak-anak Kabupaten Nunukan. Materi yang disampaikan meliputi KHA, Forum Anak, Pengalaman bergerak di forum anak, FGD dan motivasi. Hasil yang dicapai adalah regenerasi FAD Kab. Nunukan dan 19 Suara Anak Perbatasan yang nantinya akan dibawa sebagai usulan pada musrenbang setempat mendatang. Lagu “Aku Anak Indonesia” dan permainan “Sipo-sipo” ditambah dengan “tepuk hak anak” menjadi salah satu hal yang paling diingat oleh mereka. Anak-anak Nunukan sangat pintar membawakan stand up comedyhal ini terbukti baik putra maupun putri dapat menghibur bapak-ibu SKPD dan peserta lain dengan penampilanya yang mengocok perut.

20160407_105925

GB 2. Penampilan stand up comedy oleh salah peserta pelatihan FAD. Kab. Nunukan

 

Seusai pelatihan, fasilitator dan  bp. Ismangil diajak untuk mengunjungi pulau sebatik sekaligus berkunjung ke SMA N 1 Sebatik dan rumah salah  satu  peserta  untuk bersilaturahmi dan  memberikan dorongan  kepada orangtua untuk ikut berperan dalam dalam pengawasan dan dukungan pada kegiatan positif anak. Kunjunganmyang dilakukan bersifat kekeluargaan dan rasa persaudaraan, disisi lain memnenuhi harapan anak-anak yang berasal dari kecamatan sebatik. Karena kecamatan sebatik terpisah dengan nunukan. Perjalanan harus ditempuh dengan perahu atau speed boat. Pulau sebatik adalah salah satu pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga malaysia. Sektor kesehatan dan pendidikan anak harus lebih diperkuat pada wilayah ini, agar nak-anak yang tinggal di sini dapat mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang layak.

 20160409_094140Gb 3. Foto bersama di pelabuhan Binalawan Sebatik

 

Setelah berkunjung ke SMA N 1 Sebatik dan keluarga Alfin, rombongan kami menuju sekolah tapal batas yang berada di wilayah kecamatan Sebatik tengah jalan yang kami lewati berbukit dan penuh dengan tangtangan, aspal yang rusak, hujan angin. Hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami dan berdoa agar hujan segera reda. Dalam waktu sekejap langit cerah kembali dan kami menyempatkan bersinggah di tugu perbatasan garuda perkasa. Betapa bergetarnya hati ini, tak pernah disangka dapat berpijak di perbatasan Indonesia.

20160409_121501Gbr. 4 Foto di Tugu Perbatasan Garuda Perkasa Sebatik Kaltara

 

Setelah beristirahat secukupnya kami melanjutkan perjalanan menuju Sekolah Tapal Batas. Sekolah tersebut menampung anak-anak yang orangtuanya bekerja sebagai TKI ke malaysia, sehingga pada waktu pagi mereka diantar ke sekolah dan orangtuanya berangkat ke Malaysia, pada sore hari sepulang bekerja, orangtua mereka kembali ke Indonesia untuk menjemput. Beruntungnya penjaga perbatasan memberikan kelonggaran untuk bolak-balik perbatasan tanpa melalui prosedur yang semestinya. Sebelum sampai kami sempatkan untuk mempir ke toko swalayan membeli buah tangan ke Sekolah Tapal Batas. Betapa kagetnya, barang-barang yang tersedia sebagian besar adalah produk malaysia. Adapun produk Indonesia hanya sebagian kecil dan pastinya lebih mahal dan kurang berkualitas dibandingkan produk negara orang.

 

Sesampainya kami di sekolah Tapal Batas disambut dengan sikap duduk rapi dan wajah ceria para siswa. Segalanya yang terbatas tidak membuat wajah mereka masam. Pendidikan tetap berjalan dengan maksimal meskipun dengan sarana dan prasarana apa adanya. Mental dan semangat mereka yang masih belia sudah terbentuk, membuat kami mebayangkan betapa kuat dan besarnya hati mereka menghadapi keadaan yang serba terbatas.

 

Banyak hal yang masih ingin ku ceritakan kepada kalian tapi perlu kalian tahu, ada anak-anak yang langsung beraksi dengan caranya masing-masing. Melakukan tepuk hak anak, memainkan permainan tradisional dll.

 

Sebelum pulang, disela pelatihan aku menyampaikan surat yang ditulis oleh alumni Forum Anak Sleman untuk seluruh anak-anak dan forum anak diseluruh Indonesia, sebagai salam persahabatan dan dukungan semangat.

 

Isi suratnya adalah :

Surat dari pulau seberang

Hai saudara-saudaraku, teman-temanku, kawan-kawanku

Perkenalkan, kami adalah saudara-saudaramu yang ada jauh di pulau seberang. Melalui surat ini, kami ingin menyampaikan rasa senang kami sebagai anak-anak sebangsa Indonesia bisa menyapa saudaraku yang jauh di sana. Kami pun anak-anak yang senang berkumpul dan bermain. Namun, kami pun belajar untuk saling membantu sesama anak-anak di tempat kami.

Melalui surat ini pula, kami ingin merajut tali persahabatan dengan teman-teman di Kalimantan Utara. Persahabatan ini kita bangun dari rasa persaudaraan kita sesama bangsa Indonesia. Meskipun kita berbeda bahasa, pakaian daerah, nyanyian daerah, tari-tarian, logat bahasa, dan sebagainya. Kita bisa sama-sama saling bertukar ide, cerita, kesempatan, kebahagiaan, dan duka. Tak ada yang berbeda antara kalian dan kami, karena kita adalah anak-anak Indonesia.

Maka, terimalah surat persahabatan ini dan kami mengharapkan balasan pula dari saudara kami nan jauh di seberang pulau, di Kalimantan Utara. Mampirlah ke tempat kami dan kita bisa saling bertukar cerita dan bingkisan. Kita sama-sama bergerak sebagai forum anak Indonesia.

Salam,

Forum Anak Kabupate Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan juga dari Forum Anak di seluruh Nusantara.

 

Banyak hal yang ingin aku ceritakan pada kalian diselurh Indonesia dan dunia , namun tidak bisa aku rangkai dalam tulisan kali ini. Perlu kalian tahu bahwa semangat anak perbatasan tidak akan pernah terbatas untuk menjaga dan membangun keutuhan NKRI di perbatasan. Meskipun makanan dan minuman untuk dimakan raga mereka dalah produk dari negara lain, namun jiwa mereka tetaplah untuk Indonesia. Jangan pernah remehkan suara dan perjuangan  anak perbatasan, karena di tanngan merekalah nasib pembangunan dan kemajuan generasi perbatasan Indonesia diteruskan. Salam semangat dari anak perbatasan untuk seluruh anak di Indonesia dari FAD Kab. Nunukan Kalimantan Utara

SALAM ANAK INDONESIA…..MERDEKA!!!

 

Leave a Reply

Required fields are marked*