Sukses di Jailolo, Program Three Ends Berlanjut ke Kabupaten Belitung

TRIBUNNEWS.COM – Upaya pemerintah untuk mewujudkan komitmennya dalam pembangunan nasional terus digencarkan.

Seperti yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PP dan PA) melalui Program Three Ends.

Program Three Ends berfokus dalam tiga hal, yakni : akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang (trafficking), dan kesenjangan ekonomi terhadap perempuan.

Tiga hal ini diyakini Pemerintah merupakan isu utama yang kerapkali melanda Perempuan dan anak yang seringkali menjadi korban dan hak-haknya terpinggirkan.

Untuk menyebarluaskan informasi Three Ends kepada seluruh lapisan masyarakat, Kemen PP dan PA menginisiasi kegiatan Jelajah Three Ends yang bertujuan mulai dari desa ke desa hingga ke setiap keluarga.

Jelajah Three Ends Tahun 2016, sesuai arahan presiden dimulai dari Wilayah Timur, yaitu Jailolo bergeser ke Belitung dan berakhir di Bandung.

Di wilayah timur, jelajah Three Ends dilakukan di  Kabupaten Halmahera Barat, sementara di wilayah barat dilakukan di Kabupaten Belitung dan Kota Bandung.

Pada awalnya, program ini  berlangsung sukses di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, yang dilakukan di tiga desa di Jailolo 14-15 Oktober 2016, yakni Desa Loce, Akelamo, dan Tedeng.

Berkaca dari kesuksesan program Three Ends di Jailolo, Kabupaten Belitung menjadi kabupaten pertama di wilayah Indonesia Bagian Barat yang akan menerima program Jelajah Three Ends.

Rencananya, rogram tersebut akan berlangsung di Belitung, pada tanggal 11-12 November 2016, Kota Tanjung Pandan, Belitung.

Program Jelajah Three Ends kedua kali ini menitikberatkan pada perlindungan anak, sehingga Kemen PP dan PA bekerjasama dengan Forum Anak Nasional (FAN).

Forum Anak Nasional (FAN) merupakan organisasi anak yang dibina oleh Kementerian PP dan PA dalam menjembatani  komunikasi dan interaksi pemerintah dengan anak-anak di seluruh Indonesia.

“Kali ini, Forum Anak Nasional (FAN) bekerjasama dengan Forum Anak Belitung (FAB) dibantu Kemen PP dan PA menggelar kegiatan Jelajah Three Ends. Kegiatan ini akan menyisipkan dan materi terkait hak anak dan perlindungan anak-anak disela-sela kampanye yang disuguhkan lewat lagu, “ujar Windy Syafitri selaku Fasilitator Anak Forum Anak Nasional (FAN), setelah diwawancari Tribunnews, Selasa (08/11/2016).

Windy menambahkan, kegiatan Jelajah Three Ends yang dilakukan FAN ini menjangkau 15 Sekolah di Kabupaten Belitung, yang targetnya anak-anak usia sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Umum (SMU).

“Maraknya kasus kekerasan di sekolah khususnya bullying dan pergaulan bebas membuat FAN memilih untuk menggandeng sekolah-sekolah di Belitung dalam rangka menekan angka kekerasan itu,”ungkap Windy.

Menariknya lagi, penjangkauan  di sekolah-sekolah tidak  berisi materi saja, melainkan dikemas lewat lagu  yang melibatkan pemusik Nada Bicara dan Shinta priwit and the kiddoz sebagai perwakilan dari komunitas pemusik yang peduli terhadap anak.

Dalam forum itu akan dilakukan diskusi musikal mengenai hak-hak dan perlindungan anak yang telah disuguhkan melalui lagu.

“Harapannya, edukasi  tentang hak dan kewajiban anak yang dilakukan FAN bersama Kemen PP dan PA ini bisa sampai ke masyarakat sehingga masyarakat juga care  terhadap ketiga fokus utama yang diangkat program Three Ends ini, “kata Windy.

Di hari kedua, jelajah “Three Ends” kedua akan dirayakan secara massal, yang melibatkan banyak public figure serta konten acara yang ramah perempuan dan anak.

Acara ini akan di hadiri oleh para mantan artis cilik yang tergabung dalam gerakan #SaveLaguAnak, Group Band Simponi dengan dialog musikalnya, Abe Rubio pelukis pasir.

Kemen PP dan PA dan Pemerintah Daerah setempat berharap program yang berlangsung di Belitung ini mampu menjadi percontohan untuk daerah lain  dalam menciptakan “Zero Violence” terhadap perempuan dan anak.

Leave a Reply

Required fields are marked*