“KICK TOBACCO DAY” SMA N 16 BEKASI, TOLAK JADI TARGET ROKOK

BEKASI, 12 November 2016. Sebanyak 1.060 pelajar SMA N 16 Bekasi berkomitmen menjadikan sekolahnya sebagai Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Hal ini sesuai dengan amanat PERMENDIKBUD No 64 tahun 2015 tentang Sekolah Sebagai Kawasa Tanpa Rokok. Komitmen ini ditunjukkan dengan menyelenggarakan aksi kreatif menolak jadi target rokok. OSIS SMA N 16 sebagai penyelenggara kegiatan ini membuat kegiatan “kick tobacco day” yang diikuti oleh seluruh siswa SMAN 16 Bekasi.

Kegiatan dimulai dengan menendang bola yang dibuat secara kreatif menyerupai kotak rokok, kemudian menendangnya ke gawang. Secara simbolis, bola pertama ditendang oleh Abdul Aziz Pembina OSIS SMAN 16 Bekasi, kemudian diikuti oleh ketua osis dan perwakilan siswa.“kick tobacco day” merupakan lomba futsal antar kelas yang dikuti oleh seluruh siswa SMA N 16 Bekasi. Ada 54 tim yang bermain, terdiri dari perwakilan putra dan putri setiap kelas. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Futsal Pasar Kecapi, Bekasi.

Muslimin ketua OSIS SMAN 16 Bekasi sangat bangga sekolahnya menjadi salah satu pelopor sekolah sebagai kawasan tanpa rokok di Kota Bekasi. “saya bangga sekolah saya jadi kawasan tanpa rokok, jarang jarang ada kegiatan seperti ini, makanya harus disosialisasikan ke semua teman teman”.

Selain itu, Arif Rahman, guru pendamping komunitas sekolah sebagai kawasan tanpa rokok SMAN 16 Bekasi turut antusias dengan ide ketua osis tersebut. Baginya tak hanya rokok yang harus dihilangkan dari sekolah, tapi juga iklan iklan disekitar sekolah. “Karena salah satu yang mendorong anak merokok ya karena liat spanduk spanduk dijalan menuju sekolah, terus juga banyak yang jualan rokok disekitar sekolah harganya murah pula” tukasnya.  

Kegiatan pelopor sekolah sebagai kawasan tanpa rokok ini merupakan kerjasama Yayasan Lentera Anak dengan Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Ada 10 sekolah di Kota Bekasi yang menjadi pelopor kegiatan ini. Tak hanya di Kota Bekasi, kegiatan serupa juga dilakukan di 4 kota lainnya yakni Kabupaten Bogor, Kota Tangerang Selatan, Kota Padang dan Kota Mataram dengan total 90 sekolah yang bekerjasama dengan dinas pendidikan masing masing kota.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, tak hanya membuat siswa mengerti bahya rokok juga menekan tingginya angka perokok anak di Indonesia. Karena menurut Riset Kesehatan Dasar, Kementerian Kesehatan tahun 2013, sebanyak 75,7% perokok di Indonesia merokok sebelum usia 18 Tahun dengan total perokok aktif di Indonesia sebanyak 62 juta Jiwa (lembar fakta potret konsumsi rokok, Lembaga Demografi FE UI dan WHO Report 2013).

Leave a Reply

Required fields are marked*