Penyusunan Pedoman Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA)

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KPPPA RI) menyelenggarakan Penyusunan Pedoman Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA). Pertemuan ini diadakan pada hari Selasa, 5 September 2017 di Redtop Hotel & Convention Center Jakarta dan dihadiri oleh berbagai instansi pemerintahan seperti : Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kepolisian RI, Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Perpustakaan Nasional, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Kabupaten Tangerang, Sekretariat Forum Anak Nasional, dan berbagai instansi lainnya. Pertemuan ini membahas tentang pedoman bagi terbentuknya Pusat Informasi Sahabat Anak yang merupakan wadah untuk menyediakan informasi yang layak untuk anak dan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya. Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi Kebijakan Informasi Layak Anak (ILA) oleh Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Ibu Lenny N. Rosalin, SE, MSc, Mfin. Menurutnya, perkembangan era globalisasi terutama pada media digital mempunyai nilai positif yaitu mampu mengakses berbagai informasi dengan cepat, tetapi disisi lain berdampak negatif karena berbagai informasi dan pornografi dengan mudah dapat diakses. Dampak negatif dari informasi tidak layak anak tentunya berpengaruh terhadap kehidupan sosial, budaya, spiritual, dan moral anak. Dengan adanya pengaruh pornografi menimbulkan banyaknya kasus kekerasan seksual. Beliau menambahkan, kebijakan Informasi Layak Anak (ILA) sudah diamanatkan dalam pasal 56 (1) UU Perlindungan Anak, mewajibkan pemerintah untuk mengupayakan dan membantu anak agar dapat bebas menerima informasi baik lisan maupun tertulis sesuai dengan tahapan usia dan berkembangnya anak dan tidak mengganggu perkembangan anak. Mudahnya anak pada saat ini dalam mengakses internet membuat semua pihak termasuk keluarga harus dapat mengawasi anaknya ketika mengakses internet, dan setiap orang tua harus melek teknologi.

(Gambar 1. Pemaparan materi oleh Ibu Lenny N. Rosalin, SE, MSc, Mfin)

Kegiatan selanjutnya adalah paparan materi tentang Penyelenggaraan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) oleh Bapak Drs. Dermawan, M.Si, Asdep Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak. Menurutnya, pembentukan Kelembagaan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) ini untuk memberikan acuan bagi pemerintah kabupaten / kota, agar mempunyai persepsi yang sama dalam upaya pemenuhan hak anak atas informasi yang layak baik mereka, khususnya melalui pembentukan kelembagaan PISA. Konsep PISA ini nantinya akan menjadi Pusat Informasi dengan fokus pada penyediaan informasi yang dibutuhkan oleh anak-anak, dengan pendekatan pelayanan yang ramah anak. Dia menambahkan, adapun tujuan dari PISA ini terbagi menjadi dua yakni umum dan khusus. Secara umum, PISA menyediakan informasi yang layak untuk anak yang bermanfaat bagi tumbuh kembangnya, dan secara khusus : menyediakan lembaga yang mengintegrasikan berbagai informasi yang layak anak dalam satu wilayah, menyediakan informasi dalam rangka mengembangkan kreatifitas dan inovasi dan masa depan anak, menyediakan informasi untuk meningkatkan wawasan anak terhadap kebangsaan dan cinta tanah air, menyediakan informasi untuk memperkuat karakter anak, wadah bersosialisasi bagi anak, dan alternatif pemanfaatan waktu luang anak.

(Gambar 2. Pemaparan materi oleh Bapak Drs. Dermawan, M.Si)

Pemaparan terakhir disampaikan oleh Bapak Agus Setiadi tentang Pedoman Pembentukan Kelembagaan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA). Menurutnya, dalam rangka lebih menjamin efektivitas pelaksanaan kebijakan Kabupaten Layak Anak (KLA), khususnya dalam pemenuhan indikator hak anak atas informasi yang layak serta menjawab permasalahan yang muncul, dipandang perlu adanya kelembagaan baru di bidan penyediaan informasi, yang khusus ditujukan bagi kelompok anak, dengan pendekatan yang ramah anak. Untuk mendorong dan merealisasikan terbentuknya kelembagaan baru tersebut, maka KPPPA mengeluarkan Pedoman Pembentukan Kelembagaan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA). Tujuan dibentuknya pedoman ini adalah memberikan acuan bagi pemerintah kabupaten / kota, agar mempunyai persepsi yang sama dalam upaya pemenuhan hak anak atas informasi yang layak bagi mereka, khususnya melalui pembentukan kelembagaan PISA.  Setelah Bapak Agus Setiadi memaparkan materinya, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi ini, peserta berhak memberikan pertanyaan dan saran / masukan dalam penyusunan pedoman tersebut. Salah satunya adalah masukan tentang penanaman budaya literasi media dalam konsep PISA, dimana penanaman literasi itu penting bagi setiap anak pada media digital. Anak dilatih untuk membudayakan membaca melalui gadget / smartphone yang dia miliki agar sisi positif dalam penggunaan gadget dapat diutamakan.  Dengan tersusunnya Pedoman Pembentukan Pusat Informasi Sahabat Anak (PISA) ini, diharapkan SKPD tingkat kabupaten / kota, sektor swasta, LSM dan masyarakat dapat berperan aktif dalam upaya pemenuhan hak anak atas informasi yang layak bagi mereka.

(Gambar 3. Pemaparan materi oleh Bapak Agus Setiadi)

Created by. Resandi

Leave a Reply

Required fields are marked*