Pemantauan Perencanaan Pembangunan Bidang Perlindungan Anak : Rencana Aksi Nasional Perlindungan Anak 2015-2019

Jumat, 8 September 2017

  1. Latar Belakang

Hasil Pemantauan RPJMN 2015-2016 dan RKP 2015 & 2016 :

  1. Adanya “kebingungan” dari kementrian/lembaga terkait dan organisasi perangkat daerah tentang pendekatan pembangunan perlindungan anak berdasarkan kelompok umur (0-2 tahun ; >2-12 tahun, dan >12-18 tahun).
  2. Pendekatan perlindungan anak yang selama ini digunakan adalah mengacu pada Konvensi Hak Anak (1) Hak Sipil dan Kebebasan ; (2) Hak untuk hidup dalam lingkungan keluarga dan pengasuhan alternative ; (3) Hak untuk mendapatkan kesehatan dan kesejahteraan social ; (4) Hak untuk mendapatkan Pendidikan, waktu luang dan kegiatan budaya, serta (5) Hak untuk mendapat perlindungan khusus.

 

  1. Tujuan Pertemuan

Sebagai bagian dari pemantauan perencanaan pembangunan bidang perlindungan anak, adapun tujuan pertemuan antara lain :

  1. Melakukan review terhadap narasi RAN-PA dengan mempertimbangkan sinergi dengan KHA dan RPJMN 2015-2019
  2. Melakukan review terhadap matriks RAN-PA dengan memperhatikan indicator RPJMN, fleksibilitas indicator di tahun berikutnya, dan ketersediaan data.

 

  1. Catatan Pertemuan

Dalam pertemuan di Bappenas pada 8 September 2017 yang mengundang Forum Anak Nasional (FAN) dan Sekertariat Forum Anak Nasional (SFAN) yang dalam hal ini diwakili oleh Egidius Arya Parande (Divisi Hubungan antar Lembaga SFAN 2017), agenda utama pertemuan tersebut adalah pemaparan pemantauan perencanaan pembangunan bidang perlindungan anak dan rencana aksi nasional perlindungan anak (RAN-PA) 2015-2019.

Pada kesempatan tersebut pihak Bappenas mereview kembali pertemuan pada 17 Maret 2017 yang juga membahas mengenai RAN-PA 2015-2017, isi dari review tersebut adalah (1) Analisa Situasi dan Tantangan ; (2) Sasaran, kebijakan dan strategi serta (3) Mekanisme pelaksanaan (dalam bentuk matriks) mengenai RAN-PA 2015-2017. Dalam pertemuan itupula Bappenas menyampaikan isu perlindungan anak yang saat ini mengacu pada 27 concluding observation KHA, untuk penjelasan singkat 27 concluding observation KHA adalah catatan-catatan dari PBB untuk Indonesia yang harus diperhatikan saat mengusulkan KHA.

Dalam pertemuan itu pula seharusnya peserta menyusun matriks untuk pelaksanaan RAN PA 2015-2019 namun ada salah satu peserta pertemuan yang berasal dari sebuah LSM yang mengajukan diri untuk menyusun matriks RAN-PA dengan narasi yang baik agar nantinya pada saat dikirim ke daerah diseluruh Indonesia tidak ada ambiguitas yang terjadi, namun tetap saja penyusunan matriks menggunakan referensi dari matriks yang telah dibuat pada pertemuan pada Maret 2017 dan tambahan indikator dari Suara Anak Indonesia 2017 yang dirumuskan pada pertemuan Forum Anak Nasional 2017, Pekanbaru, Riau.

Untuk tindak lanjut dari pertemuan ini akan diadakan lagi pertemuan untuk fiksasi dan memerikasi matriks yang telah disusun oleh pihak LSM yang mengajukan diri untuk penyusunan matriks.

 

  1. Penutup

Demikian laporan kegiatan mengenai Pemantauan Perencanaan Pembangunan Bidang Perlindungan Anak : RENCANA AKSI NASIONAL PERLINDUNGAN ANAK 2015-2019. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi pemacu untuk kita semua untuk selalu berkarya untuk Bersama mewujudkan Indonesia Layak Anak.

Leave a Reply

Required fields are marked*