Workshop Pelopor dan Pelapor Adaptasi Perubahan Iklim

Kamis, 21 Desember 2017
Bertempat di Hotel Cemara, Jakarta Pusat, kegiatan ini resmi dibuka oleh Mbak Ratna sebagai perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kesadaran anak-anak di Indonesia mengenagi lindkungan terutama isu perubahan iklim yang sedang terjadi sebagai 2P, Forum anak harus bisa ikut berkontibusi dalam menjaga lingkungan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan Forum Anak DKI Jakarta, Forum Anak Banten, Forum Anak Bogor, Forum Anak Depok, Forum Anak Kabupaten Bekasi, dan perwakilan Sekretariat Forum Anak. Sebanyak 28 anak, di fasiltasi oleh fasilitator yang berasal dari IPB. Kegiatan ini dimulai dengan sesi perkenalan. Cara perkenalan yang agak berbeda karena selain mengenalkan nama dan asal kami juga diharuskan mempergakan hobi kami. Semua sibuk memperagakan dan menebak hobi temannya. Setelah sesi perkenalan yang cukup panjang dimulai, dilanjutkan dengan permainan untuk mencairkan suasana.

Materi pertama, dibawakan oleh Kak mani yang menjelaskan tentang apa itu iklim dan cuaca dan apa perbedaanya. Kami dibagi kedalam 5 kelompok. Secara garis besar, perbedaan iklim dan cuaca terletak pada jangka waktu dan jangkauan wilayahnya. Lalu kami bermain tebak kata. Setiap kelompok harus menebak 1 kata yang di peragakan oleh salah satu anggota kelompok. Setiap ata itu berhubungan dengan 13 unsur iklim dan cuaca seperti angina, suhu, awas, radiasi, dll. Setelah 5 kelompok berhasul menjawab masing masing 2 kata, ka mani menjelaskan lebih lanjut tentang setiap unsurnya. Jadi pada sesi 1 ini kami paham mengenai apa itu iklim dan cuaca, perbedaannya, dan juga unsur-unsurnya. Sebelum melanjutkan sesi selanjutnya, kamu rehat sejenak untuk makan sianh dan juga sholat.

Sesi selanjutnya dimulai dengan sedikit pemanasan yang dipimpin oleh kaka fasilitator. Selanjutnya pembahasannya bisa dibilang lebih serius, karena kami membahas mengenai mengapa adanya perbedaan musim diberbagai wilayah dan bagaimana juga keadaan iklim dan cuaca di Indonesia. Tidak hanya itu kamu juga membahas tentang pencemaran dan gas rumah kaca, serta tentunya dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim. Sesi ini kami disuguhkan banyak yang yang menarik. Dan juga dengan penjelasan yang cukup dalam mengapa terjadinya perubahan iklim. Indonesia yang terletak diantara samudera hindia dan pasifik mendapatkan angin muson barat dan timur, sehingga Indonesia hanya mengalami 2 musim yaitu kemarau dan hujan. Selain itu kami diberi pengetahuan mengenai variabilitas iklim dan pemanasan global. Fasilitator juga memperdalam pengetahuan kami mengenai gas rumah kaca yang kami kira selama ini adalah hal yang buruk. Ternyata tanpa adanya GRK bumi akan dingin karena fungsinya adalah menghangatkan bumi. Namun akibat adanya zat zat berbahaya lainnya GRK ini menjadi berlebihan sehungga bumi menjadi panas. Kira kira suhu dibumi naik sekamir 0,8°C dari tahun 1750 dan mengalami peningkatan terus menerus dari tahun 1880-2020. Suhu bumi saat ini kira kira 15°c.

Setah paham akan apa itu perubahan iklim, kami kembali berkelompok dan berdiskusi mengenai bencana yang disebabkan/dipengaruhi iklim dna tidak. Kami diberi beberapa gambar bencana dan diminta menentukan mana yang bencana iklim mana yang bukan bencana oleh iklim. Kemudian kami berdiskusi mengenai dampak dampak dari perubahan iklim pada 9 sektor kehidupan. Diantaranya, coastal, agriculture, water resources forest, urban, health, society, transport, dan ecosystems. Kami berdiskusi mengani masalah masalah serius yang terjadi di setiap sektor dan langsung berpengaruh pada anak. Setelah itu kami mengurutkan isu prioritas dari ke 9 sektor untuk selanjutnya akan dibahas apa yang akan dilakukan untuk menangani isu tsb. Terpilih lah 3 isu prioritas setiap kelompoknya. kami harus berdiskusi dan menuliskan apa masalah dan solusinya di kartos. Kami mempresentasikan rumusan masalah dan solusi masing masing kelompok serta memberi tanggapan bagi kelompok lain. Sesi ini ditutup untuk selanjutnya istirahat. Sekamir pukul 7 kami melanjutkan diskusi dengan memfokuskam satu isu saja dan membuat rancangan ide rencana aksi untuk isu tersebut. Kami harus membuatnya di kartos dengan menggunakan media majalah bekas dan alat warna. Setiap kelompok bekerjasama untuk menciptakan ide rencana aksi yang inovatif dan solutif serta berkreasi membuat rancangan idenya semenarik mungkin. Karena waktu yang kurang, seluruh kelompok akhirnya memutuskan untuk lanjut mengerjakan di luar ruangan hingga larut malam

Jumat, 22 Desember 2017
Setalah sarapan, kami bersama-sama berpindah tempat ke kantor kementerian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Di ruangam meeting, kami disambut oleh Pak mul yang membuka acara hari ini sekaligus memberikan kata sambutan. Kegiatan selanjutnya adalah presentasi hasil diskusi kelompok. Setiap kelompok memberikan ide idenya yang luar biasa, ada yang mengajak membuat hidroponik, sekolah untuk anak pengungsi, turun langsung untuk membantu anak korban banjir, penampungan aspirasi, dan ide menarik lainnya. Setiap kelompok yang presentasi akan diberi tanggapan oleh Pak Mul, Ka Uia, dan juga anak anak lainnya. Kelima kelompok telah mempresentasikan hasilnya, dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi setiap forum anak daerah. Anak anak berkumpul sesuai daerah masing masing dan merumuskan apa yang akam dilakukan didaerahnya untuk membantu menangani isu-isu perubahan iklim. Tentunya aksi disetiap daerah disinergikan dengan rencama aksi nasional FAN. Setiap daerah merencanakan bentuk, tanggal, tempat, tujuan, dan sasaran acara. Setelah berkomitmen dengan rencana aksi, akhirnya kegiatan ini ditutup oleh Pak Mul. Beliau berpesan agar apa yang didapatkan diacara ini dapat ditindak lanjuti karena isu perubahan iklim bukanlah isu sepele. Sebelum kami kembali kedaerah masing-masing kami tidak lupa untuk foto bersama terlbih dahulu.

Leave a Reply

Required fields are marked*