By: Ridho Putra Sutrisno
<p><p style="text-align: justify;">Halo Anak Indonesia, apa kabar nya? semoga selalu ceria dan semangat dalam aktivitas kalian. Ayo kita sama-sama berpikir kira-kira kapan dan di mana paling lama kita menghabiskan waktu? Apakah di rumah? di Sekolah atau kampus? Kalo aku sih jawaban nya di Internet ada yang sama gak nih?</p> <p style="text-align: justify;">Data dari UNICEF Indonesia menunjukan bahwa 1 dari 3 anak menjadi pengguna aktif internet menghabiskan waktu rata-rata 5,4 jam perhari di mana 40% nya berusia 5-12 tahun. Wow banget kan ditambah lagi data dari Yayasan Sejiwa tentang penelitian Demografi Internet menunjukan orang Indonesia menghabiskan waktu 7 jam 38 menit perhari di Internet melebihi angka rata-rata ASEAN. Gak hanya anak remaja ternyata orang dewasa juga loh...</p> <p style="text-align: justify;">Kalau dilihat lebih dalam ya wajar sih kenapa kita banyak menghabiskan waktu di Internet karena kita bisa berinteraksi di media sosial, mencari berita dan hiburan di platform digital bahkan sejak Pandemi Covid-19 melanda semua aktivitas belajar dan pekerjaan bisa pindah ke Internet, Bermanfaat banget ya dalam kemajuan nya.</p> <p style="text-align: justify;">Internet dengan kebermanfaatannya sudah mendukung kita semua nih dalam tugas dan kewajiban sehari-sehari, tapi perlu banget loh kita juga cari tahu dampak lain dari Internet yang justru bisa merugikan kita.</p> <p style="text-align: justify;">Mungkin teman-teman pernah tau, mendengar atau melihat kasus-kasus pelanggaran privasi dan penyalahgunaan media daring. Coba kita rangkum yuk apa aja sih dampak negatif penyalahgunaan tersebut.</p> <p style="text-align: justify;">Kita mulai dari Eksploitasi seksual anak (ESA), ESA online ini sudah dialami oleh banyak pengguna internet dengan rentang usia terbanyak adalah anak remaja dan dewasa muda. ESA Online ada berbagai macam seperti materi yang menampilkan kekerasan seksual berupa pornografi gambar, video ataupun audio. Selanjutnya Grooming yaitu upaya bujuk rayu yang mengarah ke tindakan seksual.</p> <p style="text-align: justify;">Selain itu ESA Online dapat berupa Chat obrolan yang mengandung tindakan seksual atau dikenal Sexting hingga berujung pemerasan dan pengancaman seksual pada korban.</p> <p style="text-align: justify;">Fenomena merugikan lain adalah Game online yang berisiko eksploitasi seksual, game dengan fitur chat dan voice chat memudahkan pelaku membangun hubungan dengan korban dari meminta informasi pribadi atau kirim gambar/video.</p> <p style="text-align: justify;">Ada juga loh modus-modus Judi online yang sasaran nya adalah anak remaja untuk melakukan transaksi uang atau item digital, judi online kini marak banget buat promosi di game, situs website bahkan aplikasi buat nonton drama/film.</p> <p style="text-align: justify;">Pertanyaan nya kenapa sih anak remaja yang banyak jadi target, ya kalau kita amati di usia tersebut rasa ingin tau terhadap hal baru sangat tinggi ditambah kurang nya pengawasan dari orang tua. Kurang nya pengawasan ini karena orang tua ga paham fitur-fitur media digital dan game serta kurangnya kecakapan digital membuat orang tua tidak terlibat dalam merespons situasi bahaya yang dihadapi anak dalam Internet.</p> <p style="text-align: justify;">Jika kita sudah sama-sama tau kita pasti akan saling peduli terhadap keamanan anak di Internet, anak ataupun orang tua bisa sama-sama berperan mencegah kerugian di Internet dengan mulai bekali diri dengan Literasi Keamanan Digital.Kita juga harus lebih cerdas menjaga Data Privasi jangan kita share data pribadi kita sembarangan apalagi lewat game online ke orang yang baru kenal, jangan mudah percaya dan cari tau lebih dalam kalo ada orang yang ngajak kenalan di medsos, stop FOMO (fear of missing out) ikutan coba Judol.</p> <p style="text-align: justify;">Terakhir gunakan Internet dan segala akses bermanfaat di dalam nya dengan bijak, jangan terlalu asyik sampe lupa belajar dan bermain di luar harus seimbang deh supaya ga jadi adiksi gawai. Paling utama kita juga harus menciptakan ruang aman dan inklusif di Internet, sama-sama tau jadi sama-sama peduli!</p> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"> </p> <p style="text-align: justify;"> </p></p>