STOP! Paru-paru Butuh Cinta, Bukan Asap Rokok ❤️🚭

STOP! Paru-paru Butuh Cinta, Bukan Asap Rokok ❤️🚭

By: forum anak daerah provinsi bali

<p><p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Halo anak-anak Indonesia!&nbsp;</strong></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Salam Anak Bali🙌</strong></p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Teman-Teman pasti sudah sangat familiar dengan julukan Indonesia seperti Negeri Seribu Pulau, Negeri Seribu Candi, Negara Maritim, dan masih banyak lagi. Tapi tahukah bahwa Indonesia juga memiliki julukan negara baby smoker? Yaps, itu artinya jumlah perokok usia remaja dan anak-anak terbanyak di Indonesia. Tobacco Control Support Center&ndash;Ikatan Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) menyatakan bahwa hingga saat ini ada 69% remaja di Indonesia menjadi perokok aktif. Nah, Provinsi Bali mengalami peningkatan jumlah perokok dengan usia 15 tahun ke atas dari tahun 2022 sebanyak 17,91% menjadi 18,90% pada tahun 2023 (Badan Pusat Statistik). Oh my god, banyak banget, ya!😱. Peningkatan ini tentu tidak bisa kita banggakan☹. Jika tidak segera diatasi, maka akan memberikan dampak negatif yang lebih besar lagi, lho.</p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Konsumsi rokok tentu memberikan dampak negatif khususnya pada kesehatan anak. Gangguan pernafasan, penurunan fungsi paru-paru, dan risiko penyakit kronis di kemudian hari menjadi ancaman yang cukup besar. Rokok mengandung nikotin yang menyebabkan terjadinya kecanduan jika dikonsumsi terus menerus. Terlebih lagi ketika keinginannya tidak terpenuhi, maka muncul rasa cemas dan depresi sehingga dapat mengganggu kesehatan mental anak. Duh, sangat menakutkan, bukan?😣. Perokok anak bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti memiliki orang tua yang perokok, akses yang mudah untuk mengonsumsi rokok secara bebas pada anak, dan yang paling sering, nih, yaitu FOMO (Fear of Missing Out). Katanya, sih, supaya kelihatan keren, nyatanya rokok itu ngga banget, deh🙅&zwj;♀️. Tapi ada satu faktor yang juga mempengaruhi prevalensi merokok pada anak, yaitu Iklan, Promosi, Sponsor (IPS) Rokok.&nbsp;</p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Hasil riset Tobacco Control Support Center&ndash;Ikatan Asosiasi Kesehatan Masyarakat Indonesia (TCSC-IAKMI) menunjukan bahwa remaja usia 10-18 tahun paling banyak terpapar IPS rokok melalui internet, seperti YouTube, Website, Instagram, juga game online. Kurangnya pengetahuan tentang bahaya merokok dan rendahnya kesadaran akan risiko kesehatan di kalangan anak-anak menjadi faktor krusial yang dapat mempengaruhi jumlah prevalensi rokok pada anak. Dengan menginisiasi sebuah media edukasi kepada anak-anak dapat memberikan kontribusi dan membangun kesadaran kepada mereka terkait bahaya rokok. Maka dari itu, Duta Anak Bali Komisi Kesehatan mengambil langkah inovatif dengan menggelar serangkaian kegiatan edukasi daring yang menarik dan informatif tentang bahaya penyebaran rokok.&nbsp;</p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;">Kegiatan ini bertajuk STOP yang merupakan akronim dari Stop Tobacco Organization Promotion. STOP dilaksanakan pada Minggu, 30 Juni 2024, pukul 15.00-16.00 Wita melalui Instagram @fadbali. Kegiatan edukasi daring tentang bahaya rokok ini dirancang dengan alur yang dinamis dan interaktif, dimulai dengan penyebaran informasi yang menarik perhatian melalui instastory. Pengurus Forum Anak Daerah Provinsi Bali Bidang 3 berperan aktif dalam mempromosikan kegiatan ini, memastikan jangkauan yang luas di kalangan remaja. Setelah menarik minat peserta, materi edukasi yang komprehensif tentang bahaya dan penyebaran rokok disajikan dalam bentuk salindia yang menarik secara visual dan mudah dipahami. Sesi ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memicu diskusi dan refleksi di antara peserta. Untuk menguji pemahaman dan meningkatkan keterlibatan, sesi terakhir diisi dengan kuis interaktif berupa teka-teki silang yang berkaitan erat dengan materi yang telah disampaikan. Sebagai bentuk apresiasi, tiga peserta pertama yang berhasil menjawab dengan tepat mendapatkan hadiah menarik di akhir kegiatan, menciptakan suasana kompetitif yang sehat dan memotivasi peserta untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Seru banget, ya!🤩💫</p> <p dir="ltr" style="text-align: justify;"><strong>Siapa kita? Anak Indonesia! Anak Indonesia? 100% Cinta Indonesia!&nbsp;</strong></p></p>

0 Komentar untuk STOP! Paru-paru Butuh Cinta, Bukan Asap Rokok ❤️🚭

login untuk komentar